How to be Gratefull With Special Needs Children

Picture 1. (Left-Right) Me, Dina, Bunda, other volunteers from YPAB, and Silfa.
Picture 1. (Left-Right) Me, Dina, Bunda, other volunteers from YPAB, and Silfa.

Today, I am visit the YPBA (Yayasan Pendidikan Asuhan Bunda), a school for special needs children and I meet a volunteer, is named Silfa. I know this foundation from her on BBM and social media and we are discuss about it. Silfa presented about profil a school and she introduces who founder this school, is named Bunda (Mother). I am represented from IHF (International Humanity Foundation) and my both friends, Bety and Dina from SOS Children Village, and we had meet with Bunda. We are discuss, and she have many experiences for any field tasks, and I think she is “veteran”  for this scope, because she is former staff at Red Cross in Aceh and she know about conflict history, handle for children abuse case, and know how to treatment for special need children.

Hari ini, saya berkunjung ke YPBA, sebuah sekolah bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan saya bertemu dengan seorang volunteernya, bernama Silfa. Saya tahu tentang yayasan ini dari BBM-nya dan dari sosial media dan kami berdiskusi tentang sekolah ini. Silfa menerangkan tentang profil sekolah ini dan memperkenalkan saya dengan pendirinya, yang biasa dipanggil Bunda. Saya mewakili IHF dan kedua teman saya, Bety dan Dina dari SOS Children Village, dan kita bertemu dengan Bunda. Kami berdiskusi, dan ternyata dia memiliki banyak pengalaman untuk tugas lapangan, dan saya kira dia adalah seorang “veteran” untuk lingkup ini, karena dia mantan staf di Palang Merah Indonesia di Aceh, dan dia tahu tentang sejarah konflik, menangani kasus kekerasan anak, dan mengetahui bagaimana penanganan bagi anak berkebutuhan khusus.

Picture 2. Bunda
Picture 2. Bunda

Bunda has story with us about backgound of YPAB, and she told whose donatur have give a help for this school. She had struggle to Government, but is nothing. She was presentation about this school until Jakarta, and it just like a steam. Bunda, and her colleagues is named Kak Kiki as co-director and teacher, say if the students have an experience of violently from parents, slave under age, and you know? that is happen and from closest family do, because they are freak, different from another normal kids.

Bunda bercerita pada kami tentang latar belakang YPAB, dan dia juga memberitahu siapa saja donatur yang sudah memberikan bantuan untuk sekolah ini. Dia berjuang ke pemerintahan, tapi semuanya tidak ada hasil. Dia juga sudah mempresentasikan sekolah ini hingga ke Jakarta, dan berakhir seperti uap. Bunda, dan koleganya yang biasa dipanggil Kak Kiki sebagai wakil direktur merangkap guru, berkata jika para siswa disini pernah mengalami perlakuan kekerasan dari orang tua, perbudakan di bawah umur, dan kamu tahu, itu terjadi dan dilakukan oleh keluarga dekat, karena mereka dianggap aneh, berbeda dari anak-anak normal lainnya.

Picture 3. Me, Bunda, other volunteers and the children of YPAB
Picture 3. Me, Bunda, other volunteers and the children of YPAB

From this moment, I learn gratefull to the God, Allah Azza Wa Jalla, the Almighty, who give me Hikmah for always to remember, for keep spirit in any condition in current life, because I have young brother and sister who give an affection, Loving from Allah the Almighty, for study in this place and keep struggle without burden and although they are have not normalities for Mentality, but they had soft feelings and have the right for good treatment. This time for our to care for this children, and never discriminate, moreover violence to them. They are our brother and good to have the right with justice like an another children.

Dari kunjungan ini saya belajar bersyukur pada Allah SWT, telah memberikan saya hikmah untuk selalu semangat dalam menjalani hidup, karena ternyata ada adik-adik yang disayangi Allah SWT, bersekolah disini dan tetap semangat tanpa ada perasaan beban apapun dan meski mereka memiliki kekurangan dari segi mental, tetapi mereka memiliki perasaan yang halus dan berhak mendapatkan perlakuan yang baik. Inilah saatnya bagi kita untuk lebih peduli pada anak-anak seperti ini, tidak pernah memberikan perlakuan berbeda apalagi melakukan tindakan kekerasan pada mereka. Mereka adalah adik kita, saudara kita dan pantas untuk mendapatkan perlakuan yang adil sebagaimana anak-anak lainnya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s