Desainer Grafis (1)

Pilihan itu tak mudah. Meski ia kucintai, tapi realita berkata lain.

About Graphic Design, click here : https://id.wikipedia.org/wiki/Desain_grafis

Keinginan menjadi desainer grafis serta ilustrator, bukan hal baru. Sudah sejak lama ku inginkan dan kurindukan sejak kecil. Sejak TK, bahkan sebelum itu. Dimulai saat aku pertama kali mengenal pena. Ku coret atlas dunia kepunyaan abangku di rumah. Ku coret tiap-tiap dinding rumah dinas orangtuaku dulu.

Masa sekolah dasar hingga menengah, aku habiskan untuk menggambar. Pelajaran mengarang yang berhubungan dengan dunia tulis, tidak aku gubris terlalu dalam, meski nilai Bahasa Indonesia-ku tak pernah kurang dari angka 7 dan 8. Tapi cerita berbeda saat aku kuliah.

Dunia kuliah yang penuh dengan pemikiran akademis, benturan politik serta perang strategi mahasiswa (intra dan extra kampus), menumbuhkanku menjadi pribadi yang menyukai dunia menulis. Tulisanku mengisi kolom Opini harian lokal di Aceh era 2007-2011.

Dalam tulisanku tersebut, pihak redaktur “menyematkan” ilustrasi gambar untuk memudahkan pembaca mencerna maksud dari tulisanku. Aku suka dan karena unik, aku menyukainya. Lalu ku baca nama ilustratornya yang disematkan di bawah gambar tadi : Taurix Mustxfx (Tentang beliau, akan aku tuliskan di blog selanjutnya)

Aku berpikir, kata demi kata yang telah ku ketikkan di tuts keyboard komputer, bisa dipahami dengan baik hanya dengan menggunakan media visual berupa ilustrasi. Memang benar kata pepatah lama : “Sebuah gambar bisa menjelaskan 1000 kata”.

(Bersambung)

 

Advertisements

Selasar

Antara satu titik dan titik lainnya, menjelma menjadi garis

Kau dan aku bagaikan sebuah garis yang mengukir kertas

Lekuk garis menggores, menyisakan petunjuk

Berikan warna padanya, maka sebuah lukisan tercipta

dan menceritakan semuanya

 

Di selasar semesta

Berhiaskan bebintang Andromeda

Kita menatap langit yang berpendar binar

Memanggil kenangan yang kita jalani bersama

 

Ku petikkan dawai-dawai kesederhanaan

Dan engkau bersenandung dalam pelukan

Untuk sang buah hati yang dititipkan Penguasa Alam

Berselimut do’a dan harapan untuknya

 

 

Acapkali petikan dawai ini perlahan berubah

Kehilangan makna dari tujuan awal

Ingatkan aku untuk kembali

Agar denting harmoni mampu

Kita nikmati lagi

 

*For My Beloved Wife,

16 Mar 2017